Sabtu, 11 Februari 2017

Terapi Latihan Pada Amputasi

TERLAT PD AMPUTASI

Fisioterapi memberi manfaat terhadap rehabilitasi pasca amputasi dengan secara bertahap membuat pasien menyesuaikan menggunakan anggota tubuh palsunya. Rencana fisioterapi tersusun berdasarkan pada kebutuhan dan kemampuan pasien.
Latihan penguatan kedua anggota gerak atas dan anggota gerak bawah yang sehat.
  Latihan penguatan kedua anggota gerak atas dan anggota gerak bawah yang sehat dapat menggunakan teknik manual resisted dengan repetisi 5 – 10 kali setiap gerakan dan dikerjakan 1 atau 2 kali sehari dengan intensitas submaksimal atau sesuai dengan toleransi pasien. Latihan ini berguna untuk mencegah komplikasi sekunder seperti keterbatasan luas gerak sendi dan kelemahan otot agar nantinya dapat digunakan sebagai penyangga saat menggunakan kruk.

 Latihan pada stump
Latihan pada stump dapat meliputi latihan luas gerak sendi, latihan penguatan dan peregangan.  Latihan pada stump ini bertujuan agar tidak terjadi kontraktur, kelemahan otot, dan atropi pada otot – otot stump serta membantu mempertahankan serta meningkatkan peredaran darah pada stump. Latihan penguatan pada stump dapat menggunakan tehnik manual resisted dengan repetisi 5 – 10 kali setiap gerakan dan dikerjakan 1 atau 2 kali sehari dengan intensitas tahanan submaksimal atau sesuai toleransi pasien.

Sedangkan untuk peregangan dapat dilakukan dengan teknik stretching yaitu peregangan yang dibantu oleh terapis atau self-stretch yaitu peregangan yang dilakukan sendiri oleh pasien. Latihan peregangan dapat mengguanakn repetisi 2 kali dengan fase ditahan 30 detik atau dengan 6 kali dengan fase ditahan 10 detik dengan intensitas rendah serta dikerjakan 1 atau 2 kali sehari.

Latihan puntung
Latihan puntung dimulai saat kaki telah diangkat dan secara bertahap ditingkatkan dari latihan statik ke latihan yang lebih aktif dan dengan tahanan.
ü  Fleksi dan Ekstensi Puntung Lutut
ü  Mempertahankan mobilitas sendi secara   keseluruhan
ü  Memperbaiki keseimbangan
ü  Melatih berjalan.

Latihan Berjalan
pasien harus melatih prosthetic swing dan stance phase secara terpisah.
ü  Prosthetic Swing Phase
Pasien memposisikan langkah pertama dengan meletakkan prostetik di posterior, menyokong berat badan. Pergerakan ini akan menginisiasi prosthetic heel dan toe – off.
ü   Prosthetic Stance Phase
Pasien memposisikan langkah dengan alat gerak yang normal di bagian posterior untuk menahan berat badan. Pasien lalu melakukan kombinasi pergerakan secara simultan, dimulai dengan heel dan toe off dengan ekstensi pada panggul.

1 komentar:

  1. hallo kak. permisi mau tanya. Apa ada buku pegangan (referensi) tentang latihan pada pasien post amputasi ekstremitas bawah? boleh minta infonya kak. terimakasih.

    BalasHapus